Semarang – Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Walisongo Semarang menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture pada mata kuliah Ilmu Bumi dan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Selasa 27 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan praktisi dan pakar di bidang teknologi geospasial untuk memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi pemantauan kebencanaan dan transformasi data spasial dalam mendukung pembangunan lingkungan cerdas (smart environment).

Dalam kegiatan tersebut, dua narasumber menyampaikan materi dengan perspektif dan keahlian yang saling melengkapi. Narasumber pertama, Kautsar, mempresentasikan materi berjudul “Geohazard Monitoring in Indonesia using Geodetic Sensors”. Materi ini membahas pemanfaatan sensor geodetik untuk memantau potensi bahaya geologi (geohazard) di Indonesia. Pemanfaatan teknologi sensor geodetik menjadi salah satu pendekatan penting dalam memperoleh data pemantauan pergerakan permukaan bumi yang dapat mendukung identifikasi potensi bahaya serta upaya mitigasi bencana.
Selanjutnya, Alvitrisno Amini dari Leica Geosystems Indonesia menyampaikan materi berjudul “Reality Capture & Digital Twin: Transformasi Data Spasial Menuju Smart Environment”. Dalam paparannya, ia menjelaskan perkembangan teknologi reality capture dan digital twin dalam mengubah kondisi fisik suatu objek atau kawasan menjadi representasi digital berbasis data spasial. Teknologi ini memiliki potensi penerapan yang luas, mulai dari pemetaan kawasan, pemantauan infrastruktur, pengelolaan sumber daya, hingga mendukung perencanaan dan pengelolaan lingkungan secara lebih terintegrasi.
Kegiatan ini diikuti oleh Dian Ika Aryani, M.T. selaku dosen pengampu mata kuliah, Noor Amalia Chusna, M.Ling. selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan, serta mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Lingkungan UIN Walisongo Semarang.
Melalui kegiatan Guest Lecture ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperluas pemahaman mengenai penerapan ilmu bumi dan sistem informasi geografis dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan. Materi yang disampaikan juga memberikan gambaran tentang bagaimana perkembangan teknologi geospasial dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemantauan bencana, pengelolaan wilayah, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya Program Studi Teknik Lingkungan FST UIN Walisongo Semarang dalam menghubungkan pembelajaran akademik dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia profesional. Kehadiran praktisi industri diharapkan dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, meningkatkan literasi teknologi geospasial, serta mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi yang adaptif terhadap tantangan pengelolaan lingkungan di era transformasi digital.
Melalui pembelajaran kolaboratif antara perguruan tinggi dan praktisi industri, Prodi Teknik Lingkungan terus berkomitmen menghadirkan proses pendidikan yang inovatif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan keilmuan serta kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
